Wobblywobble

Category: Portfolio

#17 FuturArc 2016: Gajah Wong Wasteland Park

S_220979_Gajah Wong Wasteland Park_Professional_Panel_01

S_220979_Gajah Wong Wasteland Park_Professional_Panel_02

S_220979_Gajah Wong Wasteland Park_Professional_Panel_03

S_220979_Gajah Wong Wasteland Park_Professional_Panel_04

Gajah Wong Wasteland Park

FuturArc International Competition 2016 – Professional Category

Main Theme: Small Thing, Big Impact

Competition Entry

Tim: Anggoro Setia Budhi, Ardianti Savitri Anggiasari (with Darmawan’s little touch in photoshop render, thankyou bro)

Untuk menyeimbangkan post-post sebelum ini yang mellow abis. Yang tampak sepertinya waktu dihabiskan untuk merenungi nasib. Tidak, tenang. Terlalu lelah produktif hingga tidak sempat lagi menulis seperti ini. Sekalinya menulis, untuk membuang unek-unek sampah yang kurang perlu.

Back then, saya masih cukup produktif di area ini :) meskipun belum menunjukan hasil-hasil pengakuan, tapi saya mulai suka dan cukup bahagia dengan produk yang kami buat. Beberapa kali brainstorming, beberapa ide, akhirnya yang terpilih ini (sila baca panelnya). Padahal mungkin masalah ini terlalu spesifik untuk tema besar FuturArc tahun ini. Topik ini tidak bisa disebar ratakan di daerah lain. Mungkin itu salah satu problemnya. Dan pengumuman pemenangnya menunjukan satu hal; ada ide kami yang sama persis yang pernah kami angkat ke brainstorming, ide yang hampir kami jadikan topik utama tapi tidak, ternyata masuk citation. Yah. Mana bisa iri. Hahahaha.

For those sleepless nights and super loooong night in Luxury; i’m happy with this product! As long as you are here as my partner :)

Advertisements

#16 Sinarmas Land Residential 2015: Ayurveda Park

Panel_01

Panel_02

Panel_03

Panel_04

Panel_05

Panel_06

Panel_07

Panel_08

Panel_09

Panel_10

Panel_11

Panel_12

Ayurveda Park

Sinarmas Land Young Architect Competition 2015 – Residential Category

Competition Entry

Dewan Juri: Andra Matin – Sukendro Sukendar – Theodore Thenoch – dkk

Tim: Anggoro Setia Budhi, Darmawan Hartono Utomo, Ardianti Savitri Anggiasari, Akbar Azizul Hakim, Arsyi Arvin Afify

Kalau yang ini, dikerjakan sepenuh hati. Tapi masih belum beruntung :”)

Mungkin masih kurang inovasi dari segi desain dan keterbaruan. Mungkin kami masih stuck di aturan-aturan lama. Jadi pelajaran lagi bahwa kompetitor kami di sayembara sebesar ini tidak main-main. Jadi pekerjaan kami juga tidak boleh setengah-setengah.

Selamat membaca. Selamat bersemangat untuk mengikuti kompetisi lagi.

 

#15 Gedung Kemahasiswaan UGM IAI 2015: Studentorium

Bismillah Poster Studentorium_1

Bismillah Poster Studentorium_2

Bismillah Poster Studentorium_4

Bismillah Poster Studentorium_8

Studentorium UGM

Sayembara Gedung Kemahasiswaan UGM – IAI 2015

Competition Entry

Dewan Juri: Prof. Iwan Dwiprahasto, M.Med.Sc., Ph.D. – Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D. – Ir. Jatmika Adi Suryabrata, M.Sc., Ph.D. – dkk 

Tim: Anggoro Setia Budhi, Darmawan Hartono Utomo, Ardianti Savitri Anggiasari, Andreas Janu Saktyo (feat. Robi Aria Samudra, S.T.)

Salah satu contoh sayembara yang tidak dikerjakan dengan fokus.

Salah dua sedang di studio TGA siap-siap mau sidang. Salah dua sedang mengerjakan draft Pra-TA. Yang punya nomor IAI sedang di Jakarta fokus di kantornya hahaha. Menyesal sih. Rasanya seperti merasa bersalah, kok anak UGM gabisa lolos sayembara di kandang sendiri. Meskipun di 5 besar ada yang dari UGM. Tapi banyak juga yang dari luar UGM.

Ngelesnya, karena anak UGM terlalu sering melewati site. Jadi tahu rasanya berada disana dan tidak berani untuk eksplor lebih jauh. Yah tapi entahlah. Sayembara ini seperti lewat begitu saja. Tidak terlalu banyak hujatan bentuk di awal-awal mendesain. Mengalir terlalu mulus. Semua setuju terlalu cepat. Mungkin karena di pikiran sudah banyak hal yang lain. Hingga akhirnya sayembara ini benar-benar lewat begitu saja. Tapi terlalu sayang jika tidak dibagi. Enjoy! Untuk siapapun yang sudi membaca.

ps. Panel ini seharusnya berjumlah 8 lembar. Tapi yang saya upload hanya segini saja.

Ah ya. Novemberku hilang. Bulan keempat. Sedih.

#14 Paradesc 2015: Berundak Dagang

PRD 043_1

PRD 043_2

PRD 043_3

Berundak Dagang

Parahyangan Design Competition 2015: Developing People Through Space

2nd Winner

Dewan Juri: Yu Sing – Ir. Yuswadi Saliya, M.Arch, IAI, LSAI. – Agus R. Soeriaatmadja (IALI)

Tim: Anggoro Setia Budhi, Darmawan Hartono Utomo, Ardianti Savitri Anggiasari

Finally Bandung!

Seperti yang sudah menjadi ekspektasi, Bandung adalah salah satu kota keren yang harus dikunjungi lagi suatu saat nanti. Kami tiba di Bandung tengah malam di hari Sabtu. Beruntung, karena kami tidak perlu merasakan macetnya kota Bandung, namun tetap bisa menikmati hiruk pikuk anak muda Bandung di malam minggu. Sepanjang jalan dari stasiun ke hotel, saya cuma bisa bilang “Wow bagus” “Waaaa keren” “Super hip” dan lain-lain.

Tempat presentasi Paradesc 2015 ada di Bumi Sangkuriang, Bandung Utara. Dimana kawasan tersebut notabene kawasan elite. Kanan kiri rumah ala-ala arsitektur masa kini berdiri dengan harmonis. Site impian semua mahasiswa arsitek untuk bikin rumah hahaha. Cuacanya, arsitekturnya, lansekapnya.

Bandung juwarak!

Tema Paradesc, yang diadakan oleh Universitas Katolik Parahyangan tahun ini adalah Developing People Through Space. Bagaimana PKL pada saat ini menjadi permasalahan kota yang tidak mudah diselesaikan. Sayembara ini meminta peserta untuk bagaimana ‘mencerdaskan’ user baik PKL maupun masyarakat dengan desain arsitektural. Site yang berada di lahan kosong belakang Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat, ‘memaksa’ kami untuk membaca TOR berulang kali. PKL dan taman. Dua hal yang terlalu luas dan sulit dirangkum dengan ide baru. Untuk detail karya kami dapat dibaca di panel.

Sampai semua finalis selesai presentasi, Yu Sing menegaskan bahwa tidak ada satupun karya dari finalis yang mencerminkan PKL itu seperti apa. Tidak ada finalis yang secara dalam mempelajari perilaku dan kondisi PKL di lapangan. Memang bukan hal arsitektural, tapi tidak pantas untuk dilupakan. Yu Sing kira-kira berkata seperti ini, “Tidak ada PKL yang hadir disini kan? Kalau ada, mereka bisa marah-marah lihat begini.” Pukulan telak :”

Meski begitu, menurut Pak Yus, penilaian dan pemilihan juara harus ada. Tidak ada karya yang sempurna. Tapi ada karya yang memiliki potensi untuk dikembangkan. Sepanjang Yu Sing, Pak Yus dan Pak Agus memberi wejangan penutup mereka, saya pribadi, mempertanyakan lagi saya ini akan jadi apa ke depannya. Apa saya ini telah paham tentang arsitektur yang memanusiakan manusianya? Apa saya ini bisa terjun ke dunia nyata (sebentar lagi) dengan ilmu saya yang masih berbutir? Pukulan telak lagi :”

Selain presentasi, ada talkshow dari SHAU mengenai proyek komunitas mereka di Muara Angke, Taman Film Bandung dan micro libraries di beberapa titik kota Bandung. Menginspirasi bagaimana SHAU mencoba mempertahankan idealisme mereka, baik dalam komunitas maupun profesionalitas. Tapi yang menjadi favorit saya bukan Florian atau Ibu Daliana, tapi putra mereka-yang-ganteng-banget-dan-hiperaktif-dan-menggemaskan, yang bikin heboh kursi penonton karena dia ingin naik ke panggung bareng ayah ibunya. Meskipun udah dijaga oleh eyangnya dan dirayu-rayu panitia buat duduk tenang, toh dia akhirnya menemukan celah buat naik ke panggung. Jadi dari tengah talkshow sampai akhir, Florian dan Ibu Daliana bercerita sambil mangku putra mereka yang kini tenang. How cute! Semoga besok aku dan suamiku bisa sedekat itu sama anak meski kami sama-sama bekerja :3 *salah fokus wooooooooi!* *maap*

Sebagai penutup, berikut adalah tim juara dari Parahyangan Design Competition 2015:

Juara 1: Universitas Katolik Parahyangan

Juara 3: Universitas Indonesia

Juara 4: Universitas Gadjah Mada

Juara 5: Universitas Katolik Parahyangan

Alhamdulillah. Sampai jumpa di portofolio selanjutnya ;)

#13 Architecture Festival 2015: Resurrection Show

021_1

021_2

021_3

Ressurection Show: Tobong Cultural & Community Center

Architecture Festival 2015 Visionary Bamboo Architecture – National Competition

1st Winner

Dewan Juri: Yori Antar – Budi Pradono – Bisatya W.

My Dream Team: AAW

Alhamdulillah. Setelah sekian usaha, uji coba dan kegagalan, akhirnya kerja keras itu terbayarkan juga. Meskipun sedikit terlambat, tapi lebih baik dari tidak sama sekali. Untuk saya pribadi, ini adalah sayembara saya yang ke-10. Iya, sepuluh. Dan pertama kalinya yang menjadi juara pertama :)

Super salute untuk my dream team. Tim paling solid yang pernah saya rasakan. Beberapa sayembara di awal, masih coba-coba loncat ke tim sana, tim situ. Hingga akhirnya bertemu mereka berdua. Sama-sama keras kepala, ketiganya. Sama-sama gamau kalah, ketiganya. Sama-sama dominan, ketiganya. Sama-sama pemalas, jelas. Tapi ada banyak masa dimana pemikiran kita selalu sejalan, saling mengembangkan, dengan sedikit hujat-menghujat. Terima kasih :) Ayo, ada satu lagi tantangan terdekat di depan kita. Semoga berjalan lebih mantap lagi. Bismillah.

Di awal tahun ini, saya iseng berpartisipasi di event instagram #tujuhsketsa #sesidua yang dimotori kakak senior saya. Tema kali ini adalah segala tentang mimpi dan bucket list-mu di tahun 2015. Subtema hari kesekian adalah tempat yang ingin kamu kunjungi tahun ini. Jawaban saya: Cilegon – Bandung – Surabaya. Kenapa? Bisa di cek ke akun ig saya @njikek (lhah malah promosi haha).

Surabaya. Menjadi kota pertama yang saya coret dari to do list setelah presentasi Archfest 2015 ini selesai dan membawa hasil yang luar biasa :) Bertemu Pak Yori Antar dan Budi Pradono yang luar biasa menginspirasi saya waktu itu, tentang bagaimana kita memilih, akan berarsitektur yang seperti apa? Bertemu kawan-kawan calon arsitek lain. Menginjakkan kaki ke kota baru dengan usaha sendiri, belajar, menyaksikan, mengamati, meskipun gagal membawa pulang almond crispy cheese yang melegenda hahaha.

Bandung. Insya Allah menjadi kota kedua yang akan saya coret dari to do list saya dalam minggu ini. Doakan saja persiapannya lancar, dan kami bisa membawa pulang hasil yang terbaik dan bisa bertemu dengan inspirator hebat lainnya :) Aamiin. Bismillah.

Ini masih bulan kelima di 2015, dan sudah akan ada 2 mimpi tertulis saya yang tercapai. Subhanallah. Bagaimana jika kita terus bermimpi, meski hanya mimpi kecil dan kadang terlupa, jika kita berusaha dan mau fokus, Tuhan akan menunjukkan jalan-Nya. Dengan cara apapun. Insya Allah.

(kemudian buka ig, lihat lagi mimpi-mimpi apa yang tertuang di karya #tujuhsketsa #sesidua saya. hahaha)

Saya malah tidak membicarakan soal karya sama sekali ya hahaha. Bisa diklik gambar untuk diperbesar dan dibaca panelnya. Semoga cukup jelas :) kita bisa berdiskusi di nyata untuk cerita lebih lanjut.

Teruslah bermimpi. Dan percaya bahwa yang kau lakukan dengan sungguh-sungguh, tak akan sia-sia.

Dirgahayu KMTA Wiswakharman. Juara. Teruslah Juara!

#12 Provident Residential Competition 2014: The Oasis

C-301013 Provident Development_1

C-301013 Provident Development_2

C-301013 Provident Development_3

C-301013 Provident Development_4

C-301013 Provident Development_5

C-301013 Provident Development_6

The Oasis

Provident Development: Residential Mid-End House Design Competition 2014 (Kompetisi Nasional)

Juara 2 (Kategori C)

Tim: Anggoro, Anggi, Wawan

Sebuah titik balik pertama, akhirnya… Championship! Meskipun belum juara satu dan dengan jarak nilai yang sangat tipis… Alhamdulillah (to be continued) (mengejar post bulan Maret yang nyaris tertinggal) click for more details.

#11 Menpora Award 2014: Andhap Asor

147-DSGH POSTER HALAMAN 1

147-DSGH POSTER HALAMAN 2

147-DSGH POSTER HALAMAN 3

147-DSGH POSTER HALAMAN 4

147-DSGH POSTER HALAMAN 5

Andhap Asor

Menpora Award – Indonesia Youth Design Interior Competition 2014 (Kompetisi Nasional)

Nominasi 20 Besar

Dewan Juri: DR. Ing. Gunadi Sindhuwinata (KADIN Indonesia) – Assoc. Prof. DR. Eng. Budi Prayitno (PUSPERKIM Indonesia) – DR Utama Kayo (Chairman Komite Tetap Tata Ruang KADIN Indonesia) – Francis Surjaseputera (HDII) – dll.

Tim: Anggoro & Anggi

Kata orang, aku harusnya bisa bikin tulisan blog yang sangaaat panjang buat ceritain kompetisi ini. Melebihi tulisannya Hendro disini (tentang kompetisi yang sama). Tapi karena udah males mengingat-ingat jadi kita perpendek saja hahaha. Aku lupa dulu dapet info sayembara ini darimana. Yang jelas, aku sama Anggoro minat ikut karena tergoda hadiahnya ga kira-kira banget (niatnya udah ga lurus hahaha). Ada dua kategori, Desain Interior Apartemen & Desain Interior Ruang Publik, masing-masing kategori (dijanjikannya) bakal ada 3 pemenang, jadi total 6 pemenang + citation award dan juara favorit. 8 pemenang tuh. Nah juara 1 dan 2 (kedua kategori) dijanjikan trip ke China, duit, laptop sama smartphone. Ajegile kan. Kita percaya aja soalnya namanya Menpora Award, secara pasti ada duitnya.

Nah sumber masalahnya ada pada si EO/penyelenggara sayembaranya (Menpora hanya sebagai sponsor), yaitu Rumah Fantasi. Yang sudah muluk-muluk menjanjikan banyak hal, hingga nyatanya semua nggak transparan. Oke, kita ga menang itu urusan lain, tapi prosedur menuju pengumuman itu yang bikin KZL. Jadi kira-kira gini kronologinya:

Baca TOR. Berulang-ulang. Kenapa? Karena TOR-nya nggak seperti TOR sayembara kebanyakan. Entahlah. Waktu itu belum curiga.

Di dalam TOR tentang produk, yang dibahas ga penting.

Kita ga dikasih nomor peserta.

Ga ada peraturan apa yang boleh/tidak boleh dituliskan dalam poster. (Nb: Yang juara 1 posternya ada foto dia bahkan)

Kita mulai curiga, tanyalah sama si CP, kita ga dapet nomor peserta nih?

Ternyata ada, terus kita dikasih nomor peserta via chat WhatsApp (setelah inisiatif tanya).

Karya dikirim.

Pengumuman lolos 30 besar. Alhamdulillah kita masuk.

Mulai aneh, karena karya kedua kategori di-mix. Dicampur penilaiannya.

Hadiahnya juga mulai berkurang dan ga transparan lagi.

Ditelpon sama si CP. Dikabarin kalo lolos 20 besar (Alhamdulillah) dan akan dihubungi lagi buat presentasi ke Jakarta.

Yang mana presentasi ini ga pernah terjadi ha ha.

Ditunggu sampai semingguan lebih kita ga dikabarin.

FB dan Twitter si Rumah Fantasi juga diteror sama peserta yang digantung.

Sampai suatu ketika, seseorang komen di FB dengan kasih link berita kalo juaranya sudah ada.

Jengjeng.

Hingga detik ini, si CP ga pernah merespon chat/komplain dari kita. Aku sama Anggoro juga udah males tanya-tanya juga sih. Jadi yaudah lah ya. Jadi pelajaran aja, buat semakin selektif milih sayembara. Apalagi sayembara yang iming-iming hadiahnya gigantis :p

Tambahan:

Kita sebenernya penasaran, nama-nama juara itu beneran dapet hadiah nggak sih? Beneran ke China nggak sih? Cuma gimana juga cari tahunya hahaha. Semesta mendukung. Kita ketemu sama juara kedua kategorinya (Lani dari Bali & Dika dari Jakarta) sewaktu presentasi sayembara Provident di Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka beneran berangkat kok hahaha. Disitu kita malah curhat abis-abisan gara-gara di PHP Rumah Fantasi hehe. Terus mereka juga cerita kronologis pemberitahuan mereka jadi juara, mereka ditelpon, terus dibilangin kalau mereka juara tapi disuruh diem jangan bilang siapa-siapa. Wtf hahaha. Dika bahkan bilang, dia kira dia ditipu karena pengumumannya macam gitu. Tapi akhirnya mereka beneran berangkat ke China sih, dapet laptop + smartphone juga. Congrats ya both of you hehe kita yang disini dapet pahit di PHP doang, bahkan sertifikat pun belum terima :p tapi yaudah sih, seneng kenalan sama kalian! Bikin kita ga penasaran lagi hehehe.

#10 Rumah Kayu Nunut Ngiyup 2014

RK 118 - 1

RK 118 - 2

RK 118 - 3

Lomba Desain Rumah Kayu 2014 oleh Rumah Intaran (Kompetisi Nasional)

Tim Nunut Ngiyup: Anggoro, Arsyi, Anggi

Nominasi 27 Besar

Ini salah satu sayembara yang jadi favoritku. Mulai dari diskusi konsep sampai eksekusinya. Semuanya matang. Kecuali satu; kurang detail di bagian sambungan kayu dan detail struktur lainnya. Karena tujuan akhir dari sayembara ini adalah realisasi 1:1 dari pemenang sayembara. Jadi sayang banget, harus berhenti di 27 besar. Tapi udah cukup puas kok :) untuk detail posternya bisa dibaca sendiri (diklik untuk lihat resolusi besar).

Dapat kabar masuk 27 besar di lokasi KKN (yang susah sinyal) padahal harus mengirim dokumen jpg lalala sebagai syarat masuk step selanjutnya. Dengan susah payah terkirim juga sih. Meskipun sampai sekarang nggak pernah dapat konfirmasi email aku masuk atau enggak. Tahu-tahu udah nggak lolos 10 besar aja hiks. Semoga bukan karena jpg kami nggak terkirim ya :” sedih banget kalo ternyata nggak lolos karena kesalahan teknis.

Ralat! Hehehehe pengiriman dokumen jpg dari lokasi KKN itu bukan untuk keperluan penjurian ding. Tapi untuk keperluan dokumentasi karya 27 besar (yang katanya akan dibukukan). Saya lupa karena masih terbayang-bayang penjurian sayembara Menpora hehe (doakan kamiiii..) jadi, hasil sayembara tidak ada hubungannya sama sekali dengan teknis pengiriman. Maafkan aku ><

Tapi apapun itu, proses pembelajarannya menyenangkan sekali :) follow deh facebooknya Rumah Intaran buat refreshing arsitektural yang puitis. Aku suka sama detail-detail kecil yang mereka bahas soal alam. Semoga bisa main kesana :)

#9 SDA Tematik 1: Lempuyangan Pre School

Ketoke aku nek nggarap studio ceniningan e. Ratau serius.

Padahal ini nilai sks terbanyak. Tapi aku merasa nggak pernah maksimal. Nggak pernah puas. Beda sama sayembara. Entah kenapa. Rasanya beda. Puasnya beda. Tapi semoga menjadi pembelajaran dan pengalaman selama prosesnya. Semoga.

02

03

04

10

Dosen: Pak Ismu, Nilai: Cukup Memuaskan, Saya? Tidak puas dengan hasilnya :(

#8 AFAIR2014 Architecture for You

Udah lama banget nggak update blog soal portfolio yang sayembara. Jadi lebih baik karya ini di-post sebelum sayembara AFAIR selanjutnya keluar pemenang baru hehe.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, AFAIR jadi ajang sayembara seru-seruan. Bermain ide. Diskusi. Ngobrol. Dan seterusnya. Bisa dibilang, perbandingan waktu brainstorming sama eksekusi itu 1:9. Pengerjaannya cuma makan waktu semalam kalo nggak salah. Itupun cuma dikerjain dua orang (satunya modus).

Jadi ceritanya begini, tim awal yang terbentuk itu Ucup, Gata sama Anggoro. Melihat tingkah laku dan kebiasaan dari Ucup dan Gata, Anggoro inisiatif ngajak saya buat jadi ‘reminder: ayo nggarap bro’. Langsung iya-in aja waktu itu karena lagi selo juga. Tema buat tahun ini adalah Architecture for You. Buat sesuatu yang ‘dia banget’ buat mendukung aktivitas yang ‘dia banget’. Entah benda, instalasi, dsb. Si ‘dia banget’ ini harus seseorang di dalam tim. Karena ada Gata dan Ucup di dalam tim, udah jelas mereka yang dijadikan obyek penelitian.

Setelah brainstorming mulai dari rokok, cara bribik cewek, cara kenalan buat orang pemalu, dan seterusnya. Keluarlah produk akhir ini..

EDC016 - A

EDC016 - B

EDC016 - C

EDC016 - D

SepatUp!

10 Besar AFAIR UI 2014 (Kompetisi Nasional)

Tim: Gata, Ucup, Anggoro, Anggi

Menyenangkan banget bikin posternya! Hihihi saya sih sangat menikmati bikin poster lucu-lucu kayak gini. Pengerjaannya cuma semalam. Aku inget banget malam itu Jamses-nya anak 2013 dan besoknya (atau tengah malamnya) deadline AFAIR. Dan ide baru fix sekitar jam 9 malam hari itu hahaha. We were having so much fun!

Untuk 10 besar banyak tim UGM yang masuk. Ada 5 tim termasuk kita. Tim Bela Janu Bila Dissa sendiri berhasil jadi juara 2. Dan tim mas Victor dkk berhasil jadi juara 3. Yeaaay! Wiswakharman memerahkan AFAIR 2014.

1619400_10202803433954160_45348721_n

Mungkin kalau kita ngerjainnya lebih niat sedikit, kita bisa jadi juara juga kali ya? Atau malah ga masuk nominasi sama sekali hahaha :v