#11 Menpora Award 2014: Andhap Asor

147-DSGH POSTER HALAMAN 1

147-DSGH POSTER HALAMAN 2

147-DSGH POSTER HALAMAN 3

147-DSGH POSTER HALAMAN 4

147-DSGH POSTER HALAMAN 5

Andhap Asor

Menpora Award – Indonesia Youth Design Interior Competition 2014 (Kompetisi Nasional)

Nominasi 20 Besar

Dewan Juri: DR. Ing. Gunadi Sindhuwinata (KADIN Indonesia) – Assoc. Prof. DR. Eng. Budi Prayitno (PUSPERKIM Indonesia) – DR Utama Kayo (Chairman Komite Tetap Tata Ruang KADIN Indonesia) – Francis Surjaseputera (HDII) – dll.

Tim: Anggoro & Anggi

Kata orang, aku harusnya bisa bikin tulisan blog yang sangaaat panjang buat ceritain kompetisi ini. Melebihi tulisannya Hendro disini (tentang kompetisi yang sama). Tapi karena udah males mengingat-ingat jadi kita perpendek saja hahaha. Aku lupa dulu dapet info sayembara ini darimana. Yang jelas, aku sama Anggoro minat ikut karena tergoda hadiahnya ga kira-kira banget (niatnya udah ga lurus hahaha). Ada dua kategori, Desain Interior Apartemen & Desain Interior Ruang Publik, masing-masing kategori (dijanjikannya) bakal ada 3 pemenang, jadi total 6 pemenang + citation award dan juara favorit. 8 pemenang tuh. Nah juara 1 dan 2 (kedua kategori) dijanjikan trip ke China, duit, laptop sama smartphone. Ajegile kan. Kita percaya aja soalnya namanya Menpora Award, secara pasti ada duitnya.

Nah sumber masalahnya ada pada si EO/penyelenggara sayembaranya (Menpora hanya sebagai sponsor), yaitu Rumah Fantasi. Yang sudah muluk-muluk menjanjikan banyak hal, hingga nyatanya semua nggak transparan. Oke, kita ga menang itu urusan lain, tapi prosedur menuju pengumuman itu yang bikin KZL. Jadi kira-kira gini kronologinya:

Baca TOR. Berulang-ulang. Kenapa? Karena TOR-nya nggak seperti TOR sayembara kebanyakan. Entahlah. Waktu itu belum curiga.

Di dalam TOR tentang produk, yang dibahas ga penting.

Kita ga dikasih nomor peserta.

Ga ada peraturan apa yang boleh/tidak boleh dituliskan dalam poster. (Nb: Yang juara 1 posternya ada foto dia bahkan)

Kita mulai curiga, tanyalah sama si CP, kita ga dapet nomor peserta nih?

Ternyata ada, terus kita dikasih nomor peserta via chat WhatsApp (setelah inisiatif tanya).

Karya dikirim.

Pengumuman lolos 30 besar. Alhamdulillah kita masuk.

Mulai aneh, karena karya kedua kategori di-mix. Dicampur penilaiannya.

Hadiahnya juga mulai berkurang dan ga transparan lagi.

Ditelpon sama si CP. Dikabarin kalo lolos 20 besar (Alhamdulillah) dan akan dihubungi lagi buat presentasi ke Jakarta.

Yang mana presentasi ini ga pernah terjadi ha ha.

Ditunggu sampai semingguan lebih kita ga dikabarin.

FB dan Twitter si Rumah Fantasi juga diteror sama peserta yang digantung.

Sampai suatu ketika, seseorang komen di FB dengan kasih link berita kalo juaranya sudah ada.

Jengjeng.

Hingga detik ini, si CP ga pernah merespon chat/komplain dari kita. Aku sama Anggoro juga udah males tanya-tanya juga sih. Jadi yaudah lah ya. Jadi pelajaran aja, buat semakin selektif milih sayembara. Apalagi sayembara yang iming-iming hadiahnya gigantis :p

Tambahan:

Kita sebenernya penasaran, nama-nama juara itu beneran dapet hadiah nggak sih? Beneran ke China nggak sih? Cuma gimana juga cari tahunya hahaha. Semesta mendukung. Kita ketemu sama juara kedua kategorinya (Lani dari Bali & Dika dari Jakarta) sewaktu presentasi sayembara Provident di Jakarta beberapa waktu lalu. Mereka beneran berangkat kok hahaha. Disitu kita malah curhat abis-abisan gara-gara di PHP Rumah Fantasi hehe. Terus mereka juga cerita kronologis pemberitahuan mereka jadi juara, mereka ditelpon, terus dibilangin kalau mereka juara tapi disuruh diem jangan bilang siapa-siapa. Wtf hahaha. Dika bahkan bilang, dia kira dia ditipu karena pengumumannya macam gitu. Tapi akhirnya mereka beneran berangkat ke China sih, dapet laptop + smartphone juga. Congrats ya both of you hehe kita yang disini dapet pahit di PHP doang, bahkan sertifikat pun belum terima :p tapi yaudah sih, seneng kenalan sama kalian! Bikin kita ga penasaran lagi hehehe.

Advertisements