Wobblywobble

Month: November, 2013

Protected: Jendela Dua Kali Satu

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

United We Stand!

Career Days UGM (pertama buat saya) yang ke-14.

9 – 10 November 2013. Tiga hari untuk selamanya. Tiga hari tempat saya membuka mata lebih lebar lagi.

Pertama kali tahu soal kepanitiaan CDUGM dari Said Harjuna. Entah CDUGM yang keberapa waktu itu, lupa. Kukira CDUGM itu ya kepanitiaannya mandiri, dari ECC sendiri. Ternyata kepanitiaannya dari mahasiswa. Hmm, menarik juga. Tapi khas saya yang kurang peduli pada dunia luar Arsi saat itu, saya melewatkan sekian CDUGM. Bahkan lupa sama sekali soal CDUGM.

Hingga tiba saat itu, entah kenapa, mata saya menangkap berita oprec panitia CDUGM14. Padahal posternya kecil. Cuma poster A4 gitu. Tiba-tiba ingat semua cerita Said. Tiba-tiba ingat kalo dulu tertarik. Oke, saya memutuskan buat mendaftar. Tapi waktu itu deadlinenya masih beberapa hari lagi, jadi santai. Tahu bagaimana akhirnya? Saya telat mendaftar sodara-sodara -___- Kebodohan sih itu lumayan hahaha. Waktu itu nyesel bertiga sama Sarah sama Ijah. Kita sama sama pengen dan sama sama telat daftar. #yaudahlah waktu itu mikirnya gitu, bukan rejekinya.

Aku lupa ini jaraknya berapa hari setelah deadline, yang jelas malem itu ada sms dari Ijah, bilang kalo deadline pendaftaran CDUGM14 diundur. Wuhuuuuu! Langsung malem itu juga cetak CV dan bikin surat lamaran. Emang deh ya kalo rejeki itu nggak kemana :3 besoknya langsung masukin berkas dan nunggu panggilan wawancara.

Tibalah waktu wawancara. Disuruh dateng ke Graha Karir (deket Coto Makassar Kotabaru yang enak itu). Di jalan santai aja karena dikira wawancara biasa, paling 5 menit juga kelar, bisa langsung balik ngerjain studio. Waktu sampai di depan Coto itu, ada suatu antrian lebay, di depan suatu bangunan-yang-aku-gatau-apa. Mobil mulai berjalan pelan, buka jendela, dan ketemu Sarah sama Rias lagi antri. Jengjengjeng -___- itu antrian wawancara CDUGM14 coy. Sampe pinggir jalan antrinya hahaha. Aku nggak nyangka ternyata orang yang daftar akan sebanyak itu. Dan antrian tadi tercipta ‘cuma’ gara-gara absen kehadiran wawancara.

Usut punya usut. Ada 600 sekian pengirim berkas. 400 sekian yang dipanggil wawancara. Dan 100 sekian yang diterima sebagai panitia. Alhamdulillah saya termasuk di antara 100 sekian orang itu, bareng sama temen temen baru yang oke :)

Tiga hari untuk selamanya. Hari pertama. Kumpul panitia besar pertama kali. Cuma beberapa hari sebelum hari H. Nggak heran sih, karena mereka udah rutin mengadakan acara ini (bahkan ada yang setahun 3 kali CDUGM) mereka udah punya sistem yang jelas, tinggal diulang, sambil belajar dari kesalahan-kesalahan yang ada. Kami berkumpul, dibimbing, dan diberi pengarahan bagaimana seharusnya bekerja sama dengan orang lain, bertemu dengan orang-orang baru, berbicara yang baik di depan orang. Bagaimana bersikap sopan dan memberikan service yang baik kepada ribuan jobseeker nantinya. Bagaimana melayani permintaan permintaan ‘langka’ para officer perusahaan-perusahaan besar. Bagaimana kami harus tetap menjaga nama baik UGM dan diri sendiri meski kami semua lelah. Sesi yang sangat menyenangkan. Menyenangkan karena bisa berada di tengah-tengah ratusan orang yang passionate, orang-orang yang haus akan pengalaman baru.

Tiga hari untuk selamanya. Hari H 14th Career Days UGM 2013: United We Stand. Tema tahun ini adalah bagaimana berkomunitas dapat membantu seorang individu meningkatkan softskill dalam dunia profesi nantinya. Nuansa yang tercipta adalah nuansa perjuangan prajurit di tengah peperangan gitu. Oiya, saya berada di divisi Media. Anti mainstream, nggak kayak LO hahaha. Media cuma 4 orang. Mbak Rara si koor yang paling tua :p, Tegar si makhluk SPSS paling berisik :B, Aldi si fotografer paling rese wleee :v, dan saya sendiri. Media sendiri dibagi jadi Kuisioner, Jurnalis, Fotografer dan Astrada. Saya jadi Astrada hahaha padahal aku nggak bilang pernah ada pengalaman jadi astrada. Dan di acara seformal ini, kerjaan saya teteup nggak jauh-jauh dari bidang kreatif. \m/

Sebelum hari H, udah nonton tuh teaser yang di atas, dan di hari H akhirnya ketemu sama 3 artis prajurit itu :)) dan mereka pake baju prajurit komplit persis kayak di teaser. Bayangin aja, di tengah-tengah kerumunan zomb–manusia berbaju rapi, tiba tiba muncul 3 makhluk prajurit yang disorot kamera hahaha. Berasa syuting film The Walking Dead. Nggak sabar pengen liat hasil filmnya :3

Tiga hari untuk selamanya. Hari terakhir CDUGM14. Survey mengatakan pengunjung hari pertama sebanyak 17 ribu orang. Speechless deh, melihat gimana puluh ribuan orang mengantri demi secuil posisi di sebuah perusahaan. Bagaimana ternyata masih sebanyak itu pengangguran di negara kita…  Meski hari terakhir ini sudah tidak sepadat kemarin. Sudah tidak sesibuk kemarin. Lebih bisa menghela nafas. Dan pendingin udara di JEC jauh lebih berfungsi.

Terima kasih buat pengalaman dan pelajaran berharga selama tiga hari itu.

Terima kasih mbak Rara, Aldi dan Tegar buat hujat-hujatannya selama ini hahaha menyenangkan bisa bekerja bersama kalian, sampai ketemu secepatnya ya guys! :’D

Terima kasih temen-temen Avikom; mbak Nunik, mas Alex, Elan dan Baim buat gojekannya 2 hari itu hahaha nggak sabar mau liat film hasil kerja rodi kita! Dan woy, aku anaknya ga seserius itu kok :))

Terima kasih 3 artis prajurit, mas Doni, mas Ojik, mas Aong dan manajer mereka, mas Alvin hahaha makasih ya udah mau diseret sana sini buat ambil gambar :D

Terima kasih mbak Rita, mbak Vinia dan mas Bentar buat bimbingannya :3 dan temen-temen media ECC yang lain, mbak Nisa, Galih, Arya, dan yang lain. Dan siapapun yang ngerekam saya tidur di sekre dan dimasukin ke video internal panitia dan diputer pas pembubaran panitia kemaren, makasih juga ya.. :” pokoknya habis ini aku mau ke kantor buat borong semua hasil dokumentasi hahaha.

Terima kasih temen temen LO, officer, dan jobseeker yang waktu itu sudah mau direpotkan kami yang ingin ambil gambar hehe. Ditunggu hasilnya ya ;)

Terima kasih, terima kasih, terima kasih semuanya. Dan saya butuh dihentikan untuk menulis cerita ini. Jika tidak, saya akan terus bercerita, terus bercerita, sampai saya terlambat kuliah.