Hari Terakhir

Sudah lama tidak menulis ngalor ngidul sana sini. Sok memakai sajak sajak puitis. Tulisan tulisan terakhir bahkan bukan tulisan. Lebih ke gambar gambar riya yang tampak disombongkan. Entah kapan terakhir kali menulis. Menulis apa yang ingin ditulis. Lompatan lompatan ide cerita yang terselubung. Cerita yang tidak bisa ‘diceritakan’ begitu saja. Bahkan halaman ini hampir terlupa. Jika saja tidak ingat ini hari terakhir. Hari terakhir di bulan Juli.

Leo.

Tidak ada lagi cerita Leo. Cerita lama yang pada akhirnya menguap entah kemana, melebur entah sejak kapan dan mencair karena apa. Tidak ada lagi cerita Leo. Cerita yang bisa dibanggakan sekaligus terlalu malu untuk diceritakan. Karena sekarang Leo sudah hampir berakhir. Aku bahkan tidak tahu apalagi setelah Leo. Terlalu kosong untuk maju. Terlalu berani untuk mundur. Tidak, bukan. Terlalu takut untuk kembali terjebak. Kuda selalu bisa jadi mangsa Singa kan? Meski kuda tersebut memiliki panah beracun. Jadi kita sudahi saja cerita Leo.

Bahkan ceritaย kisah Leo sudah berakhir-pun masih menjadi cerita.

Tidak adakah cerita lain yang bisa dikisahkan? Tidak adakah? Bahkan di hari terakhir ini?

“Bodoh, Leo belum berakhir sekarang.” kata Virgo.

Advertisements