Wobblywobble

Month: January, 2012

Protected: Hint: Middle Name

This content is password protected. To view it please enter your password below:

Advertisements

Takigawa

Ini post yang seharusnya di-posting be-be-beberapa bulan yang lalu. Buka drafts, ternyata ini belum ke-post. Jadi mari kita lanjutkan. Aku sama Icok (sok-sokan) wisata kuliner ke Takigawa Japanese Restaurant. Mentang-mentang habis lebaran, trus hedonisme.

Bonus foto interior kamar mandinya Takigawa. Bagus hehehehe.

Aku udah lupa nama makanan yang dibeli apa aja. Yang jelas kita beli beberapa macam sushi sama sashimi. Fix. Aku nggak suka Sashimi -___- Rasanya kayak agar-agar tapi itu ikan. Nggak ada rasa ikannya tapi. Jadi ya gitu deh aku juga nggak tahu rasanya gimana. Ada yang bilang enak, tapi aku nggak nangkep enaknya di sebelah mana.

Ini Sashimi. (cuma foto kamera dan lagi males ngedit)

Various Sushi. Lupa namanya. Pokoknya yang orange itu salmon. Yang merah telur ikan (lupa nama jepangnya) Sama yang putih tuna. Yang satunya lupa apa. Foto ini masuk 70 besar @kulineryogya #TwitPicQuis lho hahaha.

Karena sushinya enak-ba-nget. Enak-se-mua. Na-gih. Kita makan sashiminya dulu sampe habis, sampe eneg, baru makan sushinya. Heavenly hahaha. Sashimi dapet 6 slice satu piring. Sushinya masing-masing varian 2 slice. Dan aku sama Icok beli 4 varian. Sushinya oke banget deh!

Oiya, sebelum makan, kita kayak dikasih kentang dingin gitu. Semacam appetizer kali ya. Dan rasanya juga enak hehe. Kata Dissa itu gratis, wah tahu gitu aku minta lagi haha. Jadi urutan rasanya adalah: 1. Sushi 2. Kentang dingin 3. Sashimi. Icok beli Ocha Tea, trus aku beli Milkshake Green Tea yang rasanya eeeenak juga :D Emang mahal sih jatuhnya. Bocoran harga? Siapin 100ribu deh buat satu orang kalo mau puas. Tapi worthed banget kalo kamu suka makanan Jepang. Sushinya itu lhooooo. Hari itu aku cuma nyesel sashiminya doang.

Selamat makan!

Jam Session 2011

Kelar (latihan) display. Sok-sokan nganggur. Padahal besok UAS SKB dan Senin masih display lagi. Yah, nggak ada tugas buat anak arsi itu bisa dibilang rehat B-)

Mari kita flashback sejenak ke sebuah kisah yang agak jadul.

Kembali ke 17 Desember 2011. Apa itu Jamses? Jamses adalah singkatan dari Jam Session, sebuah acara pensi intern yang dibuat anak archiplan junior buat senior-seniornya. Jamses diadain beberapa bulan setelah ospek jurusan. Nah, ‘persatuan’ archiplan bener-bener diuji nih disini. Pas osjur boleh kompak, nah kalo dikasih tanggung jawab handle acara, bisa kompak nggak?

Jadi, pembentukan panitianya sekitar 2 bulan sebelum acara (atau kurang?). Pembentukan panitianya agak semena-mena haha. Aku nafsu aja milih acara karena masih on fire kebawa kepanitiaan SMA. Eh jadi koor. Oke, pilih 4 orang buat jadi anak buah. Yang kira-kira bisa ‘klik’ sama aku. Karena ya nggak enak kan kalo kerja sama orang yang ga nyambung? Gapapa sih, tapi mumpung ini aku bisa milih ya tak pilih yang enak dan memadai skillnya haha.

Rapat sana rapat sini. Mulai lah penyakit kepanitiaan. Keliatan bobroknya dimana-mana. Fail sana, fail sini. Banyak silang pendapat. Mental anak-anak yang tadinya semangat mulai memudar. Mulai pada males-malesan, termasuk aku. Persiapan mulai terbengkalai dimana-mana. Yah wajar sih, semua internal kepanitiaan pasti pernah gitu. Intinya; aku pesimis acara ini sukses. Aku kerja sesuai tanggung jawab, tapi nggak optimis acaranya bakal ‘Wow’. Ditambah beban tugas besar, huakdesh, acara ini langsung berubah ke level ‘Gek ndang mulai, gek ndang rampung’

H-1. Dekor dimulai. Fyi, tema Jamses tahun ini Jungle. Dan hujan deras, pemirsa. Kita udah komat-kamit mbok besoknya jangan hujan. Biarin lah deres banget malem itu asalkan besok cerah. Sempet kepikiran nyewa pawang hujan segala hahaha tapi nggak mungkin lah udah H-1 gitu.

Hari H. Pagi. Pemasangan tenda panggung. Tadinya kukira warna putih, ternyata warna biru terpal -___- Terus dekor pameran di tedjo udah siap. Tinggal pasang-pasang sulur dan persiapan stand. Oh, dan aku masih harus menyulap studio I di pojokan jadi ruang ganti buat Saman. Pasang alat, check sound, Mister Burger dateng, stand Ibuk Roti siap.

Sore. Entrance udah siap. Gwelaks oke bet entrancenya hahaha. Lorong gelap panjang di dalemnya penuh sulur dan daun-daun kering, ada mainan ular karet segala dan backsound super keras disana. Sama lampu halogen gede satu di tanah buat efek pencahayaan. Oke banget buat first impression tamu. Masuk, kolam ikan penuh sama lilin dan masih sulur-sulur. Terus mulai di depan kamar mandi sampe depan labkom, ada lilin-lilin juga di lantai buat menuju ke photobooth. Photoboothnya gambar Tarzan gendong Jane (Aduh, foto-foto nyusul deh).

Di deket photobooth, ada dua stand. Stand panitia isinya minum, stand Ibuk Roti isinya roti (yaiyalah). Sama disebelahnya gerobak angkringan buat makanan gratis (ritual wajib). Stand Mister Burger dengan semena-mena berdiri di depan studio. 2 tedjo buat pameran foto anak dekdok. Oh iya, panggungnya di lingkaran innercourt tengah.

Bismillah, acara dimulai. Dan mulai gerimis. Blablabla. Pas maghrib, bresss! Hujan. Deres. Wuidih makin pasrah deh gue. Mana dari awal acara udah ngaret lagi. Ah udah rada bete tuh. Tapi ya karena pasrah tadi, dan udah pesimis dari awal, jadinya ya bodo, ngalir aja acaranya yang penting lancar.

Eh, beyond expectations! Acaranya seru, asik, gokil! Kita semua panitia gila-gilaan udah nggak peduli sama hujan joget di depan panggung. Senior-senior juga gabung disitu. Archiplan. Joget-joget dengan baju dan sepatu yang udah nggak mbentuk. Rumput innercourt depan panggung sampe berlumpur rumputnya rusak gara-gara diinjek-injek. Ditutup dengan kembang api.  So. Much. Fun! Dan acaranya berakhir tepat dengan rundown planningku yang zona merah. Meskipun zona merah, tapi masih sesuai rencana lah.

Saman. Awesome Bands. Street Dance. Fireworks. Hujan. Tree of Hopes. Dekor. Foto bareng. Guyuran air kolam. Semua terbayarkan lunas!

Selesai acara kumpul panitia. Semua wajah sumringah. Nggak ada lagi muka bete kayak pas rapat, atau muka capek gara-gara semaleman ngerjain dekor. Everyone happy! Nara sama Ipeh bilang kalo acara kita sukses berat. Semua senior muji kita. Katanya Jamses 2011 adalah jamses terbaik sejauh ini. Yeay :D Hujan berbalik memihak kami.

Beres-beres, pulang, cek timeline. Iseng searching ‘Jamses’. Asik, isinya pujian semua hahaha (gila hormat).

Inti dari post ini adalah; after the hurricane comes the rainbow. Ekspektasi itu ya sekedar ekspektasi. Kejadian nyatanya adalah apa yang bakal terjadi di depannya. Pesimis dan negative thinking emang nggak baik, tapi untuk kasus ini, kalo kita optimis di awalnya, mungkin kita nggak akan ngerasa sesukses ini. Karena ekspektasi dan optimisme kita udah tinggi, jadi kalo beneran tinggi ya wajar. Nah, yang bikin seru disini adalah, kita pesimis di awalnya. Dan ternyata kaboom! Realitanya jauh lebih tinggi. Itu yang bikin puas :) Alhamdulillah.

Perpecahan? Enggak ada, Archipan Satu. Guten nacht!

 

——— updated: 20 Januari 2011.

Nih sebagian kecil foto-foto Jamses.

Ini dia photobooth Tarzan and Jane. Harusnya romantis. Tapi karena yang foto beginian jadinya… failed :)))

The crowds under the rain!

Saman Dance – KMTA.

Grouuuuupies.

Angkringan wajib-gratis buat kakak-kakak.

Tree of Hopes dan pameran fotografi.

Amazing people inside it :)

For more photos, click here and here and here and here then here. Enjoy!