Wobblywobble

Month: August, 2011

Just Me

Halo :)

Berapa lama vakum dari blog? Asal belum sebulan nggak papa kali ya? Oke tulisan edisi kali ini adalah FULL NGOMYANG. Just me in my words. Mau ngomong apalah nanti ngalir aja, yang jelas nggak ada bahasan tertentu. *lo kate pelajaran?*

Oke pertama, habis baca blognya Ogiklo jadi pengen nulis nih (komentar mungkin ya). Judul blognya “Pola Pikir Mainstream Indonesia, Sebuah Penghancur Generasi Selanjutnya” Sedaaaaap. Silahkan dibuka itu link, dibaca, dan diresapi. Langsung aja, iya, aku setuju sama Ogik kalo pola pikir SEBAGIAN BESAR orang Indonesia tuh udah basi banget. Kolot. Mental duit. Kenapa aku tekanin ‘sebagian besar’ disini? Karena aku masih optimis ada segelintir orang entah itu tua muda cewek cowok opa oma yang masih peduli sama Indonesia dan masih melakukan sesuatu buat Indonesia. Entah itu dalam skala besar atau kecil.

Nah beberapa contohnya ada organisasi pemuda, komunitas hobi, dsb (aku nggak tahu buat kawula tua contohnya apaan, partai? Hmmm meragukan). Mungkin aku rada beda pendapat kali ya sama Ogik. Aku kebetulan ikut suatu organisasi pemuda gitu lah. Kenapa? Karena, well, aku nggak punya wadah buat ‘melakukan sesuatu’. Bullshit sih kalo aku bilang nggak punya. Banyak yang bisa aku lakuin sebenernya, misal be a better me itu udah termasuk melakukan sesuatu lho. Mungkin maksudnya wadah resmi. Kalo komunitas, hobiku apaan? -_- Random, hobi makan. Dan lumayan lah bisa nambah pengalaman, nambah temen. Di organisasi itu aku ngehandle bagian majalahnya. Nggak jauh-jauh dari pengalaman juga hehe.

Apakah nanti ujung dari organisasi ini adalah partai? Famous, carmuk, dll? Jujur, aku nggak tahu… Yang aku tahu sekarang, aku sedang di dalam sebuah organisasi yang menuntut keprofesionalitasan aku, kualitas aku, buat ngehandle apa yang jadi tanggung jawab aku. Apakah organisasi ini mengajarkan aku politik? Well, iya. Tapi jangan bayangkan politik yang digembor-gemborkan media. Itu sih gue juga tahu busuk banget. Karena sebagian besar orang Indonesia sukanya jeleknya orang diumbar. Mencari sumber kesalahan. Padahal bisa aja kesalahan dari dirinya sendiri. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga. Terus politik yang kayak gimana dong? Ya disini, kalo aku sih, aku jadi tahu proses jalannya birokrasi sebuah surat misalnya. Jalannya izin, ada hukumnya atau enggak. Caranya ngelobby sponsor, pentingnya sebuah koneksi resmi. Kolusi nepotisme? Beda bung! Sebenernya aku belajar ginian bukan dari organisasi ini juga sih, jaman-jaman kepanitiaan SMA juga dapet nih ilmu ginian. Belajar profesional, tanggung jawab, dan nggak ngecu.

Curcol aja nih ya, kepanitiaan aku yang terbaru itu yearbook+prom night. Beuh! Yakinlah ngurusin internal itu lebih susah daripada eksternal. Internal itu merasa seperti “Lo kenal gue kan? Santai lah bray.” istilahnya menyepelekan. Mentang-mentang kenal sama panitianya jadi seenak udel. Coba kalo eksternal, ada lah rasa sungkan sama panitia. Jadi pressure itu emang kadang perlu buat ‘memperingatkan’ seseorang. Balik ke yearbook. Tanya deh, ada yang belum lunas pembayaran biaya angkatan sampe sekarang? Ada. Iya, ada. Setelah pemberitahuan setahun sebelumnya teteeeeup aja. Profesionalkah? Tanggung jawabkah? Ngecukah?

Terus lagi, soal tetek bengek prom (dresscode dll), panitia yang ngehandle. Kenapa? Karena nggak mungkin kemauan 258 siswa bisa diturutin dalam satu kesatuan. Standing applause seminggu deh gue kalo bisa. Meski semua bisa setuju, tapi yakin masih ada yang ngedumel di belakang? Iya nggak? Hehehe sotoy yak gue. Sama tuh fungsinya kayak pembentuk undang-undang/peraturan. Memang nggak bisa menampung semua kemauan masyarakat, tapi seenggaknya bisa membatasi lah. Mana yang sesuai sama visi misi kita. Pendapat itu boleh banget. Tapi lagi-lagi kita dihadang sama birokrasi. Kalo lo ngomel babibu tentang pemerintah, DPR, and those shits di Twitter, di socmed, atau di blog macem gue, nggak bakal tuh pemerintah tahu. Balik ke prom. Kritik sana kritik sini, tambal sana tambal sini buat memenuhi kemauan rakyat 2011. Dan disamping itu masih dilecehin lagi, disepelein, dilanggar T-T Berat guys. Gitu kali ya rasanya jadi pemerintah. PEMERINTAH BERSIH lho, bukan yang busuk. Kalo yang busuk mah, “Apa peduli gue?”. Orang-orang baik diatas sana yang masih bersih dan memperjuangkan bener tanggung jawabnya, tapi gara-gara ‘mosi tidak percaya atas nila tadi’ semua kerja kerasnya seperti tertutup. Mungkin karena itu kali ya banyak yang nggak kuat jadi bersih? #lhoh #mulaisoktahu

Karena hal diatas, aku jadi punya pikiran waktu itu gini, “Ah terserah elo. Yang penting gue udah ngelakuin bagian gue.” Nah. Salah tuh. Aku udah ngeluh dan mulai nggak tanggung jawab. Aku jadi ngecu sama rakyat, istilahnya. Jadi kurang ajar dan kemakan kedudukan. Tapi namanya juga manusia punya batas kesabaran, maapin yak… Khilaf… Ujung-ujungnya pemerintah lagi kan yang salah? Muehehehe.

Balik deh ke pola pikir mainstream tadi. Pola pikir manusia itu HAM kali ya. Siapa aja berhak milih mikir gimana, senyamannya dia. Karena itulah perbedaan ada *wusssaah*.  Kalo kayak kata Ogik tadi, bener banget tuh soal kemandirian, berdiri sendiri. Tapi kita makhluk sosial yang hidup di negara hukum, mau nggak mau, birokrasi tuh ada. Sefakin’ apa itu. Mungkin itulah kenapa ada organisasi. Buat belajar menjembatani ‘maunya kita’ sama ‘maunya hukum’. Politik itu ilmu guys. Jangan samain politik sama politikus busuk. Tapi politik juga butuh orang-orang mandiri bermulut raksa buat menampar mereka. Buat menyadari mereka itu pelayan rakyat. Kita semua saling melengkapi lah, berjalan harmonis. Kapan terwujud? Optimis dulu lah, kapannya gatau ;)

Soal movement, movement tiap orang beda-beda. Senyamannya mereka. Sama kayak pola pikir. Apapun itu, mau komunitas, organisasi sosial, partai, KALAU dalemnya bersih dan sehat, movement apapun pasti ngebantu Indonesia kok. Sekali lagi, untuk kesekian kalinya, start from yourself guys. Jadilah orang baik, jujur dan nggak korupsi (dalam semua bidang). Aku juga masih failed :’) Sukanya telat, menunda pekerjaan, ngerasani orang, dsb muehehehe. Maaf ya? Karena itulah aku butuh orang lain buat ‘menampar’ kebiasaan buruk aku. Mungkin ada yang bilang, “Ah talk more do less lo!” Well, terserah lah ya. Mereka berhak bicara juga seperti aku. Berjalanlah harmonis, hargai perbedaan. YNWA!

Bahkan kontraktor kaya raya pun butuh buruh bangunan.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-66. Aku bangga.

 

Advertisements

Dari Satu Blog Kecil untuk Muslim Se-Indonesia

Lucu ya…
uang Rp 20,000an kelihatan begitu besar bila dibawa ke kotak amal mesjid
tapi begitu kecil bila kita bawa ke mall…

45 menit terasa terlalu lama untuk berdzikir, tapi betapa pendeknya waktu itu untuk PACARAN…

betapa lamanya 2 jam berada di Masjid, tapi betapa cepatnya 2 jam berlalu saat menikmati pemutaran film di bioskop…

susah merangkai kata untuk dipanjatkan saat berdoa atau sholat, tapi betapa mudahnya cari bahan obrolan bila ketemu teman atau pacar…

betapa serunya perpanjangan waktu di pertandingan bola favorit kita, tapi betapa bosannya bila imam sholat Tarawih bulan Ramadhan kelamaan bacaannya…

susah banget baca Al-Quran 1 juz saja, tapi novel best-seller 100 halaman pun habis dilalap…

orang-orang pada berebut paling depan untuk nonton bola atau konser, tapi berebut cari shaf paling belakang bila Jumatan agar bisa cepat keluar…

susahnya orang mengajak partisipasi untuk dakwah,
tapi mudahnya orang berpartisipasi menyebar gossip…

kita begitu percaya pada yang dikatakan koran, tapi kita sering mempertanyakan apa yang dikatakan Al Quran…

begitu banyak orang segan/takut dipanggil sama boss, pejabat, dan orang “besar” lainnya, tapi begitu banyak orang yang cuek jika ada panggilan (adzan)/ dipanggil Allah..

Allah berkata : jika engkau lbh mengejar duniawi drpd mengejar dkt dg Ku maka Aku berikan, tp Aku akan menjauhi kalian dr surga Ku …

Hayooo masih mikir2 juga tuk ngirim ini kesemua orang..?

 

 

she’s taking from Bintang Ilham’s blog 

i’m taking from Ofi Zukhrufia’s blog 

Dreams

Untuk kesekian kalinya, #postaweek2011-ku gagal. Yah emang udah gagal dari dulu sih. Post a week aja gagal apalagi post a day hahaha. Berasa hidup sama laptop internet doang kali ya? :P

Oke cus, sebelumnya aku mau bilang Horeee udah Ramadhan lagi :D Nggak kerasa hidup berkurang setahun-setahun. Bentar lagi lebaran deh. Selamat menunaikan ibadah Puasa ya buat yang menunaikan :) Semoga amal ibadahnya diterima dan diridhoi Allah SWT. Aminnnn.

Aku mau cerita apa ya? Akhir-akhir ini aku cuma sibuk main sama IFL sih. Apa itu IFL? Bisa dicek di sini. Sama soal update prom *telat banget* belum sempet. Karena nggak ada foto terbaru yang memungkinkan. Dan basikah ngomongin prom sekarang? Hehehe personally enggak buat aku :p Farewell Party Delayota 2011 was guhreaaaaaaat!! Meskipun ada sedikit penyesalalan, huks.

Well, cerita personal aja ya kalo gitu. Beberapa hari yang lalu, aku ikut ngurusin workshop kewirausahaan yang diadaain IFL Yogya. Nah narasumbernya wirausaha muda yang udah sukses gitu dan mereka cerita jatuh bangunnya mereka meraih kesuksesan mereka yang sekarang. Aku inget di salah satu presentasi Mas Syam, salah satu narasumber, bilang 27% orang tidak punya cita-cita jelas, 60% punya cita-cita tapi tidak jelas, 10% punya cita-cita jelas, dan 3% punya cita-cita tertulis. Dan dijelaskan apa jadinya mereka 10 tahun kemudian. Jelas banget dong? Ada yang gagal, rata-rata, sukses, dan sangat sukses. Waktu itu aku cuma ‘Hmm ya ya ya.’ Dalam hati mbatin, boleh juga bikin cita-cita tertulis buat aku tempel di dinding kamar. Tempel doang? Oh tidak, buat motivasi meraihnya dong :D

Terus beberapa hari kemudian I found this pas lagi beres-beres kamar…

Saya sudah punya cita-cita tertulis sodara-sodara sekalian :D Itu dibikin tanggal 7 Oktober 2009 (Saya masih 16 tahun waktu itu dan sekarang saya nyaris 19 tahun :oh) Aku inget waktu itu kelas dua SMA tak bikin di tengah-tengah pelajaran Biologi kalo nggak salah, apa Bahasa Inggris ya? Lupa. Dan stabilo biru itu checklist yang udah berhasil aku raih. Berarti terakhir update pas bulan Juni 2010 itu. Terus aku lupa kalo aku punya ‘cita-cita tertulis’ ini hehehe. Waktu itu aku masih bermimpi jadi dokter anak. Dan di awal kelas 3 SMA mimpi itu lenyap digantikan mimpi jadi arsitek. Meskipun sekarang kalo ditawarin jadi dokter anak masih tergoda. Tapi males kuliah kedokterannya ._. Hafalan doang.

Dan sekarang? Alhamdulillah :) Aku nggak pernah bolos PM meskipun pernah telat dan nilainya 0 hehe. Aku udah lulus SMA dengan nilai yang memuaskan. Dan sekarang aku udah resmi jadi Mahasiswi Arsitektur UGM Angkatan 2011. Alhamdulillah :D Buat main, nonton, nyalon itu? Wooo ya jelas sudah juga, meskipun yang nyalon sampe sekarang belum kesampean :p

Disini bukan pamernya yang mau aku tekanin, tapi cita-citanya. Guys, bener banget, punya sebuah tujuan. Goal. Mimpi. Cita-cita. Itu penting. Membuat kita berada di jalur yang benar buat meraihnya. Segala daya upaya, doa, dan usaha, yakinlah bakal ada hasilnya. Dan beberapa hari yang lalu, aku juga berhasil mengalahkan satu ketakutan terbesarku. Meskipun hasilnya, well bagus, tapi belum sukses, aku udah menang. Menang terhadap ketakutanku dan menang mencapai finish-ku. Rasanya kalo aku mati pun, udah nggak ada yang ngganjel :) Kecuali utang 10 ribu dan 25 ribu ke dua orang Zzzz harus aku bayar secepetnya! (Goal minggu ini). Yang lain Alhamdulillah, karunia Tuhan begitu nikmatnya :D

Selamat bermimpi dan selamat meraihnya, teman-teman :)

ps: Goal minggu ini nambah satu deh, bikin ‘cita-cita tertulis’ buat 5 tahun ke depan ;)